Bible Study CSSA FILKOM UNKLAB Angkat Tema Penderitaan, Dekan dan Dosen FILKOM Turut Hadir

UNKLAB, Minahasa Utara — CSSA FILKOM UNKLAB menyelenggarakan kegiatan Bible Study pada Sabtu, 21 Februari 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat (UNKLAB). Kegiatan ini menjadi momen persekutuan rohani yang mempererat kebersamaan mahasiswa dan dosen dalam suasana yang penuh khidmat dan perhatian.

Bible Study tersebut dipimpin oleh Fabiola Walean sebagai pemimpin diskusi. Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Stenly R. Pungus, S.Kom., M.T., M.M., Ph.D., bersama dosen FILKOM, Debby E. Sondakh, S.Kom., M.T., Ph.D., dan Argha O. Silitonga, S.Kom., M.S., serta mahasiswa yang tergabung dalam CSSA.

Tema dan Pembahasan Firman Tuhan

Mengangkat tema “Di Padang Belantara: Mengapa Allah Mengizinkan Adanya Penderitaan?”, kegiatan ini bertujuan untuk menolong peserta memahami makna penderitaan dalam perspektif iman Kristen. Melalui pembahasan firman Tuhan dari Ulangan 8:2–3, peserta diajak melihat bagaimana Allah memimpin bangsa Israel di padang belantara. Tujuannya bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk merendahkan hati, menguji, dan membentuk karakter umat-Nya.

Selanjutnya, pembahasan diperdalam melalui beberapa kisah Alkitab lainnya. Pertama, kejatuhan Raja Uzia dalam 2 Tawarikh 26:16, yang menunjukkan bagaimana kesombongan dapat menjadi awal kehancuran. Kemudian, pengujian iman Abraham dalam Kejadian 22 sebagai gambaran ketaatan total kepada Allah. Selain itu, turut dibahas pengalaman bangsa Israel di Mara dalam Keluaran 15:24–25, ketika Allah mengubah air yang pahit menjadi manis sebagai bukti penyertaan-Nya di tengah kesulitan.

Melalui rangkaian perenungan tersebut, peserta ditegaskan bahwa Allah tidak pernah mengizinkan penderitaan terjadi tanpa tujuan. Setiap proses yang dihadapi merupakan bagian dari pembentukan iman, pendewasaan rohani, dan persiapan menuju rencana Allah yang lebih besar.

Harapan ke Depan

Kegiatan Bible Study ini berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusiasme. Dengan demikian, diharapkan melalui kegiatan rohani seperti ini, mahasiswa FILKOM UNKLAB tidak hanya bertumbuh secara akademik. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan semakin dewasa secara spiritual serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *