Penulis: Rouna Paoki (Akademi Sekretari Manajemen Indonesia Klabat) dan Jimmy H. Moedjahedy (Universitas Klabat)
Seorang sekretaris memiliki tanggung jawab dalam mengoordinasikan dan menghadiri rapat dewan dan komite, membuat notulen, menjadi penghubung antara direktur, pejabat, dan pemegang saham, serta mengarahkan aktivitas yang terkait dengan rapat tahunan pemegang saham. Namun, peran sekretaris perempuan sering kali dihadapkan pada tantangan seperti pelecehan seksual atau hubungan pribadi dengan atasan yang sudah menikah, yang menyebabkan istilah “sekretaris” sering dikaitkan dengan konotasi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen berbasis Twitter terhadap istilah dan peran sekretaris. Dengan menggunakan API Tweepy, metode analisis sentimen diterapkan untuk menganalisis berbagai frasa di Twitter yang mengandung lima kata kunci utama. Hasilnya menunjukkan bahwa skenario dengan kata “boss-secretary” memiliki 31,73% sentimen positif, 29,72% negatif, dan 38,55% netral; kata “secretary position” menghasilkan 45,97% positif, 19,18% negatif, dan 34,85% netral; kata “female secretary” mencatat 42,11% positif, 17,22% negatif, dan 40,67% netral; kata “office secretary” memperoleh 35,44% positif, 17,84% negatif, dan 46,72% netral; sedangkan skenario kelima menunjukkan 36,60% positif, 19,35% negatif, dan 44,06% netral. Dari hasil analisis lima skenario tersebut, ditemukan bahwa konotasi negatif tidak pernah melebihi sentimen positif. Hal ini menunjukkan bahwa istilah dan peran sekretaris kantor masih memicu persepsi positif dari para pengguna Twitter.
Unduh Jurnal Lengkap (PDF)
Download PDF
