UNKLAB, Minahasa Utara — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Klabat (UNKLAB) melaksanakan Sabbath Service perdana di tahun 2026, Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Fern Wallace Church. Pelayanan ini menjadi pendukung dalam pemeliharaan iman para mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Klabat (UNKLAB).
Pelayanan Sabat yang dilaksanakan oleh CSSA UNKLAB dilayani oleh Pr. Fiska Lumi dengan tema Coding With Integrity in a Corrupt System. Pada acara khotbah, pembicara menjelaskan bahwa di tengah tatanan dunia yang kian terjebak dalam sistem yang sering kali mengabaikan etika, integritas tetap menjadi hal yang paling berharga. Meneladani sosok Daniel, yang menjaga kesetiaan moral kepada Allah di bawah tekanan sistemik, kita diingatkan bahwa integritas sejati bukan sekadar performa publik, melainkan siapa kita sesungguhnya saat berada di balik layar—jauh dari pengawasan siapa pun.
Di era di mana Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi senjata yang merusak moral jika disalahgunakan, integritas individu menjadi benteng terakhir yang menjaga kemanusiaan tetap utuh. Para ahli menekankan bahwa sistem dunia tidak selalu berjalan selaras dengan kebenaran moral. Oleh karena itu, integritas harus diposisikan sebagai hal utama, bukan sekadar pilihan. Tanpa komitmen moral yang teguh, kemajuan teknologi justru akan mempercepat degradasi etika. Pada akhirnya, kemampuan untuk tetap setia pada nilai-nilai luhur di tengah sistem yang korup akan menentukan apakah kita adalah pengendali teknologi atau justru menjadi korban penyalahgunaannya.
Sabat Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) turut dilayani oleh beberapa dosen FILKOM, di antaranya:
Julio Kolopitawondal, S.Kom., M.I.
George Tangka, S.Kom., MBA
Regi Najoan, S.Kom., M.Kom.
Yuan Mambu, BSIT, MCIS
Lidya Laoh, S.Kom., MMSI
Green Sandag, S.Kom., M.S.
Raissa Maringka, S.Kom.
Sammy Taju, S.Kom., M.S., Ph.D.
Sebagai kesimpulan, mahasiswa diharapkan mampu memposisikan integritas sebagai fundamen utama dalam menavigasi kompleksitas sistem dunia serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang kian masif. Keberhasilan akademis harus berbanding lurus dengan keteguhan moral, di mana mahasiswa tetap berkomitmen pada kebenaran hakiki meskipun berada jauh dari pengawasan publik. Dengan menjaga integritas sebagai jati diri, generasi muda akan mampu mengendalikan kemajuan teknologi demi kemaslahatan bersama tanpa mengorbankan nilai-nilai etika.

