Penulis: Edwin Lumingkewas; George Morris William Tangka
Universitas Klabat, Minahasa Utara, Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mendukung proses pemilihan ketua jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) secara objektif dan transparan, dengan mempertimbangkan pentingnya keseimbangan antara kepemimpinan rohani dan administratif. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) sebagai pendekatan sistematis dalam pemilihan kandidat berbasis kriteria. Metode MOORA memungkinkan evaluasi yang lebih terukur dengan menggabungkan pembobotan kriteria dan normalisasi, menghasilkan keputusan yang lebih adil dibandingkan metode konvensional.
Kriteria yang dianalisis mencakup kedewasaan rohani, keterlibatan dalam komunitas, pengalaman kepemimpinan, dan pengetahuan doktrinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode MOORA meningkatkan objektivitas pemilihan sebesar 15% dibandingkan metode sebelumnya, dengan kandidat a3 memperoleh skor tertinggi sebesar 0.5708, diikuti oleh a1 (0.5663) dan a2 (0.5589). Dengan memprioritaskan kriteria yang mencerminkan nilai-nilai gereja, aspek penting seperti kedewasaan rohani dan keterlibatan dalam komunitas mendapatkan penekanan yang lebih besar. Temuan ini menunjukkan bahwa MOORA mendukung proses pengambilan keputusan berbasis iman yang selaras dengan nilai-nilai gereja, serta dapat diterapkan pada organisasi keagamaan lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pemilihan kepemimpinan.
Unduh Jurnal Lengkap (PDF)
Download PDF
