
Game online bukan cuma hiburan, tapi juga ancaman bagi perkembangan otak! SMA Kristen Dian Halmahera di Maluku Utara baru saja menyelesaikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital para siswa. Dengan hasil yang mengejutkan, 83% siswa mengaku kecanduan game online, dan banyak yang belum menyadari bahayanya. Dalam workshop ini, tim FILKOM Universitas Klabat, Edson Yahuda Putra, Julius Alfin Marwa, Jimmy Herawan Moedjahedy, Stenly Richard Pungus, Stenly Ibrahim Adam dan beberapa mahasiswa, bersama memperingatkan siswa tentang dampak negatif game online terhadap perkembangan otak mereka, terutama ketika sudah masuk tahap kecanduan. Meskipun demikian, siswa SMA Kristen Dian Halmahera kini lebih sadar akan dampak buruk dari game online dan bagaimana cara menanggulanginya.terutama ketika sudah masuk tahap kecanduan.
Meskipun demikian, siswa SMA Kristen Dian Halmahera kini lebih sadar akan dampak buruk dari game online dan bagaimana cara menanggulanginya.terutama ketika sudah masuk tahap kecanduan. Meskipun demikian, siswa SMA Kristen Dian Halmahera kini lebih sadar akan dampak buruk dari game online dan bagaimana cara menanggulanginya.
Workshop ini memberikan wawasan baru bagi siswa SMA Kristen Dian Halmahera tentang bagaimana cara bijak menggunakan teknologi. Namun, PKM ini juga mengungkapkan betapa pentingnya meningkatkan kualitas literasi digital di Maluku Utara, yang perlu perhatian ekstra. Menurut laporan Kominfo, Maluku Utara memiliki tingkat literasi digital paling rendah di Indonesia, dan kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan pemahaman mereka.
Download jurnal lengkapnya di bawah ini untuk melihat lebih dalam tentang dampak game online pada otak! dan metode apa yang digunakan.
Unduh Jurnal Lengkap (PDF)
