Minahasa Utara – Dua tim dari UVICS Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Klabat (UNKLAB) kembali mengukir prestasi di panggung nasional. Mengusung semangat inovasi, keduanya menampilkan solusi berbasis AI dan pendekatan digital yang berhasil menarik perhatian juri di dua kompetisi bergengsi sepanjang 2025.
Menembus 20 Besar di M-BPC National 2025
Pada ajang M-BPC National 2025 yang diadakan Universitas Negeri Jakarta, tim beranggotakan Darryl Laluyan, Timothy Weley, dan Reva Rorie sukses menembus 20 besar dari ratusan peserta dan melaju ke babak pitching. Proposal mereka memperoleh penilaian dua besar tertinggi. Dengan demikian, tim UVICS menjadi salah satu kontestan paling menonjol pada kategori Business Plan tahun ini.
Melaju ke Semifinal di Young Entrepreneur Days UI 2025
Prestasi serupa juga diraih tim UVICS lainnya di arena Young Entrepreneur Days UI 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen FEB Universitas Indonesia. Tim yang terdiri dari Sondakh Ivana Glory Mawar Sharon, Corneles Dhesy Vivi Christy, dan Ariellya Putri Sayow berhasil menembus babak semifinal kompetisi Business Case. Mereka menunjukkan ketajaman analisis dan strategi digital yang tak kalah kuat dari universitas-universitas besar Indonesia.
AI sebagai Nilai Pembeda
Keberhasilan dua tim ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari Indonesia Timur, khususnya Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat, mampu bersaing dalam arena inovasi digital nasional. Penggunaan AI dalam riset pasar, pemetaan masalah, dan perancangan solusi menjadi nilai pembeda yang membuat ide-ide mereka relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Di balik pencapaian tersebut, pembinaan yang konsisten dari komunitas UVICS turut membentuk kesiapan para peserta. Latihan pitching, riset kompetitor, hingga simulasi studi kasus dilakukan secara terstruktur. Dengan demikian, setiap anggota tim mampu mengolah data, menyusun strategi, dan mengomunikasikan ide dengan percaya diri.
Perjalanan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kombinasi kreativitas, teknologi, dan pembelajaran kolaboratif dapat melahirkan talenta muda yang siap mendorong transformasi digital Indonesia. Selain itu, prestasi dua tim UVICS ini bukan hanya membawa nama UNKLAB ke tingkat nasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa inovasi dari Sulawesi Utara dapat bersaing di kancah yang lebih luas.

